Pages

BRI Tak Naikkan Bunga Kredit Mikro

Posted by Bang Dare on Sunday, September 15, 2013


Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) tetap mematok target penyaluran kredit yang tinggi, yakni sebesar 20-22 persen di tahun 2013 ini. Kenaikan BI Rate hingga 7,25% tidak mempengaruhi ekspansi kredit perseroan.

Alasannya, lebih dari 80 persen kredit BRI disalurkan ke sektor UMKM yang memiliki daya tahan tinggi menghadapi gejolak ekonomi.

"Meskipun sedang terjadi gejolak, BRI tidak menurunkan target kredit, yakni tetap 20 - 22 persen seperti yang dicanangkan pada awal tahun. Kami optimistis itu bisa tercapai," kata Sekretaris Perusahaan BRI Muhammad Ali, Minggu (15/9/2013).

Menurut Ali, penyaluran kredit tidak direm karena sejumlah UMKM yang berorientasi ekspor justru sedang menggenjot ekspornya saat ini seiring menguatnya dolar AS. 

"Mereka justru membutuhkan kredit dari bank untuk memproduksi barang-barang ekspor. Ini tentu harus difasilitasi karena ekspor yang meningkat akan mengimbangi defisit neraca pembayaran," ujar Ali.

Terkait dengan kemungkinan dinaikkannya suku bunga, baik pinjaman ataupun simpanan, Direktur Keuangan Bank BRI, Achmad Baiquni menjelaskan bahwa kenaikan dilakukan secara selektif. Ia mencontohkan, agar tidak memberatkan pelaku UMKM, suku bunga kredit mikro di BRI tidak dinaikkan. 

"Namun, suku bunga kredit yang lain naik dengan besaran yang bervariasi", ujar Baiquni.



Sambung dia, hal itu bisa dilakukan karena BRI melakukan beberapa langkah terobosan untuk menekan biaya dana. Bank yang mengandalkan deposito, sudah pasti biaya dananya akan meningkat karena bunga deposito bakal naik seiring naiknya BI Rate. Sebaliknya, biaya dana dapat dipertahankan tetap rendah jika bank banyak menghimpun dana murah yakni tabungan dan giro.

"Untuk menggenjot tabungan, kami menggencarkan promosi Untung Beliung Britama (UBB) dan Pesta Rakyat Simpedes. Kami mencoba memaksimalkan jaringan BRI yang tersebar di seluruh pelosok nusantara," sambung Ali.

Ia menambahkan, BRI juga berupaya menghimpun dana milik pemerintah yang digunakan untuk transaksi dan pembayaran. Langkah lainnya adalah meningkatkan layanan transaksional seperti kartu kredit dan kartu debet. Adapun dari sisi operasional, BRI juga terus meningkatkan efisiensi di segala lini.

"Seluruh langkah-langkah itu dilakukan agar bunga kredit produktif tidak naik sehingga tidak memberatkan pelaku UMKM," jelas Ali.

Terkait kredit konsumtif seperti KPR dan KKB, BRI telah menyesuaikan suku bunganya. Itu dilakukan karena permintaan KPR dan KKB masih cukup tinggi. Penyesuaian bunga kredit juga bertujuan untuk menjaga  kualitas kredit.

sumber : detikfinance

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment